YaaSiin. Demi Al-Qur’an yang penuh hikmah, sesungguhnya kamu salah seorang dari Rasul-rasul, yang berada di jalan lurus, sebagai wahyu yang diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak leluhur mereka belum pernah diberi
peringatan, karena itu mereka alpa. (Q.s. Yaasiin 1-6)

Yaasiin. Allah swt bersumpah dengan dua hal yang menunjuk kesiapan paripurnanya, sebagaimana Allah swt menyebutnya dalam surat Thaha (dan demi Al-Qur’an yang penuh hikmah) yang merupakan keparipurnaan penuh, yang selaras dengan kesiapannya, dan karena itu merupakan sebab segala perkara dari para Rasul melalui jalan Tauhid yang disifati dengan predikat Istiqomah.

Huruf (Ya’) merupakan isyarat atas NamaNya yang Maha Memelihara, dan huruf (Siin) pada Namanya As-Salaam yang menjaga keselamatan fitrah anda dari segala kekurangan di zaman Azali. Dijaga dari bencana hijab hasrat bangkit dan ibadah. As-Salaam merupakan kenyataan dan sekaligus pokok utamanya.

Sedangkan al-Qur’an yang penuh bijaksana merupakan proyeksi atau gambaran atas keparipurnaan As-Salaam itu sendiri, yang mengintegrasikan seluruh keparipurnaan, yang mengandung berbagai hikmah agung.

Sesunggunhnya kamu (Muhammad saw.), — disebabkan oleh tiga hal di atas – tergolong orang-orang yang diutus (para Rasul).
Sebagai Wahyu dari Yang Maha Perkasa nan Penyayang, yakni Al-Qur’an yang memiliki kandungan universal bagi hikmah, yang merupakan cermin kesiapaan paripurna anda. Wahyu yang turun dengan manifestasinya, mengurai dari kandungan global atas hamparan manifestasimu, agar bisa menjadi pembeda dari Yang Maha Perkasa nan Mengalahkan, Yang Mengalahkan seluruh keakuanmu, dan sifat bangkitmu dan Maha PerkasaNya dengan kekuatanNya agar dirimu tidak “muncul”, serta menghalangi munculnya Al-Qur’an yang tersembunyi dalam batinmu pada tempat hamparan hatimu, serta proyeksi sebagai pembeda.

Allah Yang Maha Penyayang, Yang memanifestasikan sifat PenyayangNya padamu melalui penampilan nyata Sifat-sifat keparipurnaan dengan segala pirantinya.

Agar kamu memberi peringatan kepada kaum, dimana bapak leluhurnya belum pernah meraih keparipurnaan sebagaimana – seharusnya ada pada –kesiapan paripurna mereka. Dan mereka belum pernah mendapatkan peringatan sebagaimana peringatanmu kepada mereka.

“Dan mereka dalam keadaan alpa” atas apa yang diturunkan pada mereka, karena mereka tidak memiliki kesiapan sampai batas paripurna.