Suatu kejadian sejarah luar biasa dimulai di pagi buta tanggal 6 Juni 1901 , Raden Soekeni Sosrodihardjo seorang guru pada masa kolonial Belanda merasa sangat cemas atas keselamatan istrinya Ida Ayu Nyoman Rai yang sedang melahirkan anak keduanya . Kedua suami istri ini mengharapkan anak keduanya adalah seorang lelaki dan entah kenapa sebelum kelahiran anak keduanya kedua suami istri ini berfirasat bahwa anak yang akan lahir kelak akan menjadi seorang pemimpin besar di sebuah negara baru.
Menjelang fajar menyingsing terdengar suara tangisan bayi di tempat persalinan Ida Ayu, ternyata benar seorang bayi lelaki dengan tangisan yang sangat kuat telah lahir kedunia tepat disaat fajar menyingsing menyinari rumah keluarga Soekeni pada tanggal 06 Jui 1901 di dekat pemakaman Belanda di kota Surabaya. Dengan bangga Soekeni menimang anaknya dan berkata ” engkau adalah Putra Sang Fajar yang kelak akan memimpin bangsa ini menuju kejayaan” . Bayi yang baru lahir itu diberi nama Soesno Sosrodihardjo yang kelak seluruh dunia akan mengenalnya sebagai orator paling ulung di muka bumi yang berasal dari negara Besar di Asia Tenggara bernama Indonesia , orator ulung sekaligus Pemimpin Besar Revolusi Indonesia Ir.Sukarno. Orang tuanya menggganti nama Soesno Sosrodihardjo menjadi Sukarno karena namanya diangap tidak mengundang berkah dikarenakan ia sering sakit-sakitan . Sukarno diambil dari salah seorang tokoh Kurawa dalam kisah Bharatayuda yaitu Karna . Hanya beberapa waktu setelah Sukarno dilahirkan, Soekeni dipindahtugaskan ke Blitar dan seluruh keluarganya pun pindah ke Blitar.
Sukarno muda, banyak memperoleh ilmu kebatinan dari ibundanya yaitu Ida Ayu Nyoman Rai yang merupakan keturunan bangsawan hindu dari Bali. Ilmu inilah yang diyakini menjadikan Sukarno sebagai orang yang kuat secara metafisika. Hanya beberapa tahun tinggal bersama orang tuanya setelah pindah ke Blitar , Sukarno kecil tinggal bersama kakeknya Raden Hardjokrmo di Tulung Agung dan menamatkan pendidikan dasar di Tulung Agung. Setelah itu berhubung ayahnya dipindah tugaskan di Eerste Inlandse School (ELS) Sukarno mengikuti ayahnya pindah ke Mojokerto dan bersekolah di Eerste Inlandse School. Setelah menamatkan pendidikan di Eerste Inlandse School , Sukarno melanjutkan pendidikan ke Hoogere Burger School (HBS) Sukarno dapat menimba ilmu di Hoogere Burger School di Surabaya berkat bantuan salah seorang tokoh pergerakan nasional bernama H.O.S Tjokroaminoto yang kebetulan merupakan sahabat ayahnya.
Di Surabaya Sukarno tinggal dirumah H.O.S Tjokroaminoto, di sinilah nasionalisme Sukarno terbentuk karena Sukarno banyak bertemu dengan tokoh pergerakan nasional saat itu khususnya yang tergabung dalam Sarekat Islam (S.I) pimpinan H.O.S Tjokroaminoto seperti Musso (S.I Merah) , Agus Salim & Abdul Muis (S.I Putih). S.I Merah dikemudian hari akan memisahkan diri dari S.I dan membentuk Partai Komunis Indonesia (PKI) . H.O.S Tjokroaminoto mempunyai peran yang sangat besar bagi terbentuknya kepribadia Sukarno karena selain sebagai pintu masuk Sukarno ke dalam organisasi pemuda pergerakan nasional seperti Tri Koro Darmo dan Budi Utomo , Sukarno juga diberikan kesempatan menyalurkan ide-idenya melalui harian “Oetoesan Hindia” yang dipimpin H.O.S Tjokroaminoto.
Tahun 1920 Sukarno menamatkan pendidikannya di HBS dan melanjutkan pendidikan di Technische Hoge School (ITB) Bandung , Sukarno mengambil jurusan teknik sipil , Di Bandung Sukarno tinggal di rumah Haji Sanusi seorang anggota Sarekat Islam ,sahabat dari Tjokroaminoto. Di Bandung rasa Nasionalis Sukarno makin berkembang karena ia kerap berinteraksi dengan lebih banyak tokoh pergerakan seperti Ki Hajar Dewantara , Douwes Dekker , dan juga Cipto Mangunkusumo yang ketiganya merupakan tokoh Indische Partij.
Selesai menimba ilmu di ITB tahun 1926 Sukarno memperoleh gelar “Ir” yang saat itu masih sangat langka warga pribumi memperoleh gelar “Ir” . Sukarno makin aktif dalam perjuangan pergerakan nasional dengan mendirikan Algemene Studie Club yang merupakan cikal bakal Partai Nasional Indonesia , didirikan tahun 1927 PNI bersama Sukarno banyak melakukan aktivitas yang meresahkan Belanda sehingga pada tahun 1929 Sukarno ditangkap dan dipenjarakan di penjara Banceuy hingga 1930 ia dipindahkan di penjara Sukamiskin, pada saat dipenjarakan di Sukamiskin inilah Sukarno mengajukan pidato pledoinya yang sangat terkenal yang berjudul Indonesia Menggugat hingga akhirnya ia ia dibebaskan pada Desember 1931.
Saat Sukarno dipenjara, PNI mengalami perpecahan dengan dibentuknya Partai Indonesia(PARTINDO) . Sukarno selepas dari penjara bergabung dengan Partindo dan memulai kembali aktifitas politiknya, dan Belanda pun kembali resah terhadap aktifitas politik Sukarno hingga kembali menangkapnya dan kemudian mengasingkan Sukarno ke Ende, Flores pada tahun 1933. Di Flores Sukarno terputus koneksinya dengan tokoh pergerakan pusat sehingga hampir tidak lagi dianggap.
Suasana flores yang tenang tidak seramai di Jawa membuat Sukarno banyak memikirkan konsep-konsep mengenai Republik Indonesia kelak setelah merdeka 5 butir kalimat Pancasila merupakan salah satu hasil pemikiran Sukarno di Ende, Sukarno sering merenung di bawah pohon besar yang menghadap ke laut di tepian pulau Ende, di tempat Sukarno biasa merenungkan idenya kini telah dibangun monumen Sukarno untuk mengenangnya. Di Ende pulalah Sukarno memprakarsai tonil (semacam grup teater) bernama toneel grup kelimutu yang selalu tampil di komplek gereja di Ende. Karena di Ende belum ada bioskop saat itu , penampilan grup tonil Sukarno selalu ramai di tonton orang. Salah satu naskah teater Sukarno saat itu yang berjudul “1945″ mebuat seolah Sukarno memiliki indera keenam karena dalam naskah tersebut dikisahkan bawah Indonesia akan merdeka pada tahun 1945 , sesuatu yang baru akan terjadi 15 tahun setelah naskah tersebut selesai dibuat.
Pada tahun 1938 Sukarno dipindahkan ke pulau Bengkulu hingga saat Jepang datang ke Indonesia, propaganda Jepang yang ingin menarik simpati bangsa Indonesia membuat Jepang membebaskan seluruh tahanan politik pada masa Belanda. Bukan hanya membebaskan, tetapi Jepang pun mendirikan banyak organisasi-organisasi kepemudaan yang diisi oleh para tokoh pergerakan nasional seperti contohnya PUTERA(Pusat Tenaga Rakyat) yang dipimpin oleh 4 serangkai (Sukarno,Hatta,Ki Hajar Dewantoro,KH Mas Mansyur). Sukarno terkenal sebagai seorang tokoh yang mengandalkan cara kooperatif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia yaitu berjuang tanpa kekerasan , prinsip itulah yang menyebabkan ia tidak pernah terburu-buru saat mengambil keputusan seperti saat golongan bawah tanah memaksanya membacakan proklamasi pada tanggal 15 Agustus ia menolak dengan alasan walaupun Jepang telah kalah perang tetapi tetap tidak bisa ditandingi secara militer oleh Indonesia.
Ahirnya pada tanggal 16 Agustus malam golongan bawah tanah mengamankan Sukarno yang dianggap telah terkontaminasi pengaruh Jepang ke daerah Rengasdengklok di Karawang, setelah diyakinkan bahwa keesokan harinya pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan saat yang paling tepat bagi bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya Sukarno pun dipulangkan ke Jakarta dan langsung mengadakan rapat bersama para anggota PPKI di rumah laksamada Tadashi Maeda , seorang perwira angkatan laut Jepang yang berpihak pada Indonesia. Mereka membahas pelaksanaan proklamsi kemerdekaan Indonesia yang rencananya digelar di lapangan ikada (sekarang MONAS) , dan merumuskan teks proklamasi bersamaan dengan pelaksanaan makan sahur karena saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan. Akhirnya teks proklamasi tulisan tangan Sukarno selesai dengan banyak koreksi dan sesuai kesepakatan ditandatangani oleh Sukarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia , naskah asli tulisan Sukarno di ketik ulang oleh Sayuti Melik dan akhirnya dibuang sebelum dipungut dari tempat sampah oleh wartawan B.M Diah.
Pagi harinya pasukan PETA melaporkan bahwa Jepang telah bersiaga di lapangan Ikada, untuk mengantisipasi keadaan Sukarno memindahkan pembacaan proklamasi ke rumahnya di Pegangsaan Timur 56 Jakarta. dengan keadaan lemas karena penyakit malaria yang dideritanya ditambah kelelahan akibat bergadang semalaman mempersiapkan proklamasi dengan kawan-kawannya Sukarno membacakan Proklamasi dengan khidmat dan penuh wibawa dalam sebuah upacara sederhana di depan rumahnya.
Keesokan harinya pada 18 Agustus 1945 Sukarno bersama Hatta dipilih secara aklamasi sebagai Presiden dan Wakil Presiden oleh anggota PPKI atas usulan tokoh Pasundan Otto Iskandardinata. dengan naiknya Sukarno sebagai Presiden telah membuktikan firasat kedua orang tuanya saat Sukarno lahir karena ia benar-benar menjadi Putra Sang Fajar Pemimpin Negara baru bernama Indonesia.
Kisah sejarah mengenai perjuangan tokoh besar nasional tidak boleh lekang oleh waktu dan harus selalu dilestarikan oleh kaum muda yang kelak akan mewarisi semangat para pahlawan untuk membangun negeri Indonesia yang sejahtera. Karena masa depan bangsa ada di tangan kaum muda, dan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya sehingga kaum muda calon pemimpin bangsa haruslah memahami dan mewarisi semangat para pahlawannya ..
Selamat hari jadi ke-110 Ir.Sukarno
Maju terus, Pantang mundur !!
SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA
PANCASILA
1. KETUHANAN YANG MAHA ESA
2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
3. PERSATUAN INDONESIA
4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN, DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN
5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
5 butir kalimat diatas (seharusnya) sudah sangat familiar di telinga bangsa Indonesia dan juga sudah mendarah daging di setiap warga negara Indonesia. Ya ! kalimat diatas adalah 5 butir dasar negara kita Negara Kesatuan Republik Indonesia , dasar negara yang akrab kita kenal sebagai PANCASILA (panca=5, sila=kalimat/butiran) hari ini 1 Juni 2011 merupakan hari ulang tahun PANCASILA yang ke-65. Walaupun pencetusan PANCASILA baru dilakukan beberapa bulan sebelum proklamasi kemerdekaan, tetapi para pendiri bangsa kita meyakini bahwa PANCASILA telah tumbuh di sanubari rakyat Nusantara jauh sebelum itu bahkan mereka meyakini bahwa PANCASILA telah ada bersamaan dengan masuknya zaman sejarah di nusantara. Untuk memperingati hari lahirnya PANCASILA , saya akan memaparkan kepada anda semua sejarah mengenai PANCASILA
Pencetusan PANCASILA sebagai dasar negara tidak mungkin terlepas dari peranan suatu organisasi buatan Jepang yang bernama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau sering disingkat BPUPKI , BPUPKI dibentuk Jepang yang saat itu sudah sangat terdesak oleh tentara sekutu sebagai kedok untuk mengambil hati rakyat Indonesia agar tidak lagi melakukan perlawanan militer terhadap Jepang yang sudah dalam kondisi lemah.
BPUPKI dibentuk tanggal 29 April 1945 , anggota BPUPKI merupakan gabungan semua unsur ras dan golongan yang ada di Hindia Belanda saat itu yaitu Jawa, Sunda, Sumatera, Celebes, Tionghoa, dan bahkan Jepang sendiri. Diketuai oleh Radjiman Widyodiningrat dan wakil ketuanya merupakan pria berkebangsaan Jepang bernama Yosio Hibangase. Walapun dibentuk hanya sebagai kedok Jepang , tetapi para tokoh pergerakan Nasional seperti Sukarno, Supomo, M.Yamin dan lainnya mempergunakan BPUPKI dengan sungguh-sungguh untuk menyusun apa-apa saja yang diperlukan bangsa Indonesia setelah merdeka kelak.
BPUPKI pun melakukan rapat pertamanya pada tanggal 28 Mei 1945 , rapat pertama ini mengagendakan mengenai rumusan dasar dan falsafah negara Indonesia. Rapat pertama berlangsung selama 5 hari hingga tanggal 1 Juni, dan dalam 5 hari itu ada 3 orang yang mengajukan draf rancangan dasar negara yaitu:
• Muhammad Yamin pada tanggal 29 Mei berpidato mengenai dasar negara dan menyimpulkan lima asas yaitu :
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Ketuhanan
3. Kesejahteraan Rakyat
4. Peri Kemanusiaan
5. Peri Kerakyatan
• Supomo pada tanggal 31 Mei mengusulkan 5 asas yaitu :
1. Persatuan
2. Mufakat Demokrasi
3. Keadilan Sosial
4. Kekeluargaan
5. Musyawarah
• dan akhirnya Sukarno berpidato pada tanggal 1 Juni yang kemudian ia menyimpulkan 5 asas yang ia namai PANCASILA yaitu :
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa
Dalam pidatonya , Sukarno menyebutkan bahwa PANCASILA dapat diperas menjadi TRISILA yang berisi :
1. Sosionasionalisme
2. Sosiodemokrasi
3. Ketuhanan dan berkebudayaan
Dan Sukarno pun menyebutkan bahwa TRISILA dapat diperas kembali menjadi EKASILA yaitu:
1. Gotong Royong
Hal tersebut mencerminkan bahwa asas yang paling dasar bagi Negara Kesatuan adalah kerjasama yang erat antar rakyatnya. Dengan menerapkan prinsip gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat , Sukarno meyakini bahwa Indonesia akan menjadi negara yang sejahtera dan sentosa.
Selesai sampai disanakah proses kelahiran suatu dasar negara? segampang itukah ? tentu tidak.
Seperi yang anda liat , PANCASILA yang kita kenal sekarang berbeda dengan apa yang di ajukan Sukarno di Rapat BPUPKI pada 1 Juni 1945. mengapa demikian? Simak kisahnya !
Setelah rapat pertama BPUPKI yang membahas dasar negara selesai dan tidak menghasilkan rumusan yang diterima semua pihak sebagai dasar negara, sehingga BPUPKI menyerahkan mandat perumusan dasar negara kepada panitia 9 yang diketuai Sukarno. BPUPKI membentuk panitia 9 karena tugas BPUPKI sendiri yang masih belum selesai diantaranya membahas masalah keuangan,ekonomi,wilayah negara ,dan kewarganegaraan.
Panitia 9 yang diketuai Sukarno bertanggung jawab dalam perumusan dasar negara , panitia 9 beranggotakan :
1. Sukarno golongan Nasionalis
2. Muhammad Hatta golongan Nasionalis
3. Ahmad Subarjo golongan Nasionalis
4. Muhammad Yamin golongan Nasionalis
5. Wahid Hasyim golongan Islam
6. Abdul Kahar Muzakir golongan Islam
7. Abikusno Cokrosuyoso golongan Islam
8. Agus Salim golongan Islam
9. A.A Maramis golongan Kristen
keputusan final rapat panitia sembilan yang dikeluarkan tanggal 22 Juni 1945 yang dikenal sebagai Jakarta Charter menyatakan bahwa dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebagai berikut :
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Yaa! akhirnya rumusan dasar negara yang kita kenal sebagai PANCASILA resmi sudah tercetuskan melalui suatu piagam bernama Piagam Jakarta atau Jakarta Charter. tapi … perhatikan baik-baik , perhatikan di sila pertama ! ternyata masih belunm sama persis seperti yang kita kenal sekarang , disana masih terdapat kalimat ” kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” ternyata perumusan dasar negara yang akan abadi selamanya tidak akan bisa dibuat semudah itu , masih terdapat sebuah kisah tentang revisi akhir dari PANCASILA
Ada banyak versi cerita yang saya dapat mengenai kejadian sebenarnya perubahan sila pertama PANCASILA yang terdapat di Piagam Jakarta disini saya akan mencoba membeberkan secara singkat berbagai versi mengenainya
1. Golongan Nasionalis pimpinan Sukarno disaat terakhir pada tanggal 18 Agustus 1945 sesaat sebelum pengesahan UUD dan dasar Negara oleh PPKI Sukarno melobi golongan Islam (Wahid Hasyim dkk) untuk menghormati golongan non Islam dalam kehidupan bermasyarakat . Dan untuk menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI , Sila pertama diubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa agar dapat diartikan mencakup kesemua 5 agama yang ada di Indonesia
2. Versi kedua merupakan versi yang lebih keras karena menyebutkan bahwa Hatta menerima laporan dari seorang pimpinan polisi Jepang yang melaporkan bahwa terbentuk sebuah gerakan separatis Kristen yang tidak setuju dengan sila pertama pada PANCASILA. Hatta pun segera menyampaikan hal itu kepada Panitia sembilan dan langkah merubah sila pertama untuk menjaga keutuhan NKRI pun diambil. Versi kedua ini masih kurang kuat dikarenakan bukti-bukti yang minim , seperti siapakah pimpinan polisi tersebut? dan dimanakah gerakan separatis Kristen itu terbentuk masih belum diketahui
Dari kedua versi tersebut , dapat diambil kesimpulan bahwa para Founding Father mengambil keputusan mengubah sila pertama PANCASILA merupakan langkah untuk menghormati NKRI dan menjamin kebebasan siapapun rakyat di negara ini untuk memeluk agama tanpa paksaan .Dengan segala kejadian yang kontroversial tersebut akhirnya pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI meresmikan PANCASILA yang seperti kita kenal sekarang sebagai dasar dan falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kisah mengenai kelahiran PANCASILA memang sudah selesai sampai disini, tapi usaha kita dalam menegakkan PANCASILA takkan pernah usai , sampai kapanpun juga , siapapun juga yang mengaku sebagai warga negara Indonesia asli dalam lubuk hatinya haruslah tertanam butir-butir PANCASILA untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa bahwa Indonesia dengan segala kekayaannya akan sejahtera dengan kerja sama antar rakyatnya. karena asas paling dasar dalam PANCASILA adalah gotong royong
SELAMAT HARI LAHIR PANCASILA

Arya terkemuka Singasari part 4 : GAJAH PAGON Ayah dari Gajah Mada

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya , Majapahit berdiri atas siasat seorang tokoh penting master siasat yang tak tertandingi Arya Wiraraja .Jika Arya Wiraraja adalah seorang ahli taktik , otak dalam segala tindak tanduk Raden Wijaya mendirikan Majapahit,kali ini saya akan mencoba menceritakan tokoh lain yang tak kalah penting yang juga berandil besar dalam berdirinya Majapahit yaitu para abdil setia Raden Wijaya yang tak kenal lelah mendampingi Wijaya dalam usaha pendirian Majapahit dari semenjak melarikan diri dari pasukan Kediri di Singasari,bersembunyi di Sumenep , hingga akhirnya bahu membahu bergotong royong membangun hutan tarik di Desa Trowulan menjadi sebuah dusun kecil cikal bakal Kerajaan besar Majapahit. Mereka dikenal sebagai 9 arya terkemuka Singasari.yang terdiri dari Ranggalawe,Nambi,Sora,Gajah Pagon,Banyak Kapuk,Pedang,Dangdi,Peteng. Di bagian ke 4 ini saya akan membawakan sosok seorang Gajah Pagon yg tak lain adalah ayah dari Gajah Mada yang kelak akan menjadi Mahapatih terbesar Majapahit :
4. Gajah Pagon

Gajah Pagon memiliki latar belakang sama seperti ke-8 arya terkemuka lainnya , ia adalah salah seorang prajurit tangguh singasari yang selamat dari pemberontakan Jayakatwang dan dengan setia mengawal Raden Wijaya dalam pelariannya dari prajurit Kediri. tetapi berbeda dengan yang lainnya, Gajah Pagon tidak melanjutkan perjalanan ke Sumenep berlindung di naungan Arya Wiraraja tetapi ia menetap di sebuah daerah bernama Pandakan , ia tidak melanjutkan perjalanan karena dirinya terluka saat berperang melawan Kediri. Walaupun dapat bertahan dalam pelarian dari Jayakatwang pada akhirnya Gajah Pagon tetap berdiam di Pandakan di bawah perlindungan Kepala Desa Pandakan yang bernama Macan Kuping . Gaja Pagon menetap di Pandakan tanpa dtemani satupun prajurit Singasari , hal itu dilakukan semata-mata untuk melindungi Gajah Pagon sendiri agar proses penyembuhannya di Desa Pandakan tidak diketahui oleh Jayakatwang.
Setelah kawan-kawannya para Arya Singasari beserta Raden Wijaya sukses membangun Trowulan dan mendirikan Majapahit, Gajah Pagon yang sudah sembuh total tidak ikut menyusul Raden Wijaya melainkan benar-benar menetap di Pandakan dan memperistri anak perempuan dari Macan Kuping . Saat para sahabatnya mendapat jabatan tinggi dari Raden Wijaya , Gajah Pagon tidak ikut memintanya , ia puas hanya menjabat sebagai Kepala Desa di Pandakan menggantikan mertuanya Macan Kuping.
Gajah Pagon merupakan satu dari sedikit Arya Singasari yang tidak terkena fitnahan dari Mahapati , dan juga tidak diadu domba dengan Arya lainnya sebagaimana Sora, Nambi , maupun Ranggalawe. Hidupnya yang jauh dari Istana telah membuatnya tidak diperhitungkan oleh Mahapati sebagai saingan untuk menjadi Mahapatih Majapahit. Sifat rendah hatinya pun tidak menjadikannya pemberontak seperti Ranggalawe yang memberontak karena kecemburuan terhadap jabatan Mahapatih yang diberikan kepada Nambi, ia sangat puas hanya menjadi seorang kepala Desa Pandakan .
Tetapi kiprah Gajah Pagon tidak berhenti sampai disana. Putranya kelak akan dikenang sebagai tokoh terbesar di Majapahit melebihi para Raja yang memerintah Majapahit . Tokoh yang pertama kali merintis visi yang di masa depan dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seorang Lurah prajurit Bhayangkara (semacam PASPAMPRES pada zaman sekarang) yang berjasa besar menyelamatkan Majapahit dari pemberontakan Kuti, dan pada akhirnya karena jasa-jasa besarnya ia diangkat sebagai Mahapatih Majapahit dengan Sumpahnya yang terkenal yaitu Sumpah Amukti Palapa. sebuah sumpah pantangan melakukan kenikmatan duniawi sebelum menaklukan seluruh kawasan Nusantara.dialah Rakrian Mahapatih Amangkubumi Majapahit Gajah Mada ..
melaui putranya Gajah Mada , kesabaran dan kesetiaan Gajah Pagon

Arya terkemuka Singasari part 3 : SORA sang kontroversial

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya , Majapahit berdiri atas siasat seorang tokoh penting master siasat yang tak tertandingi Arya Wiraraja .Jika Arya Wiraraja adalah seorang ahli taktik , otak dalam segala tindak tanduk Raden Wijaya mendirikan Majapahit,kali ini saya akan mencoba menceritakan tokoh lain yang tak kalah penting yang juga berandil besar dalam berdirinya Majapahit yaitu para abdil setia Raden Wijaya yang tak kenal lelah mendampingi Wijaya dalam usaha pendirian Majapahit dari semenjak melarikan diri dari pasukan Kediri di Singasari,bersembunyi di Sumenep , hingga akhirnya bahu membahu bergotong royong membangun hutan tarik di Desa Trowulan menjadi sebuah dusun kecil cikal bakal Kerajaan besar Majapahit. Mereka dikenal sebagai 9 arya terkemuka Singasari.yang terdiri dari Ranggalawe,Nambi,Sora,Gajah Pagon,Banyak Kapuk,Pedang,Dangdi,Peteng. Setelah sebelumnya Ranggalawe dan Nambi sudah selesai dibahas, kali ini saya akan membawakan kepada anda sosok seorang Sora , paman dari Ranggalawe salah seorang abdi terdekat dari Raden Wijaya yang sama seperti Nambi menjadi korban fitnah dari Mahapati.
3.SORA
Mpu Sora adalah nama salah seorang pengikut Raden Wijaya yang berjasa besar dalam perjuangan mendirikan Kerajaan Majapahit ia ikut berjuang dari mulai pelarian bersama 8 arya lainnya dari kejaran pasukan Kediri hingga ketika membangun hutan tarik di Trowulan. Sora ikut mengawal Raden Wijaya sewaktu menghindari kejaran pasukan Jayakatwang dari Kediri yang menaklukan Singasari. Sora dengan setia menyediakan perutnya sebagai tempat duduk Raden Wijaya dan istrinya saat keduanya beristirahat. Ia juga menggendong istri Wijaya saat menyeberangi sungai dan rawa-rawa.
Ia pun merupakan saudara dari sang Ahli taktik Arya Wiraraja, karena itulah setelah Majapahit berdiri sama seperti Ranggalawe ,Sora pun tidak mendapat posisi yang penting melainkan hanya sebagai patih Kediri, begitu takutnya Wijaya terhadap Arya Wiraraja sehingga ia tega mengkhianati sahabat dekatnya sendiri . Keputusan Raden Wijaya tersebut konon memicu pemberontakan Ranggalawe pada tahun 1295. Ranggalawe berpendapat bahwa Sora lebih pantas diangkat sebagai rakryan patih Majapahit daripada Nambi. Namun meskipun Ranggalawe adalah keponakan Sora, namun Sora justru mendukung Raden Wijaya supaya tetap mempertahankan Nambi sebagai patih Majapahit.
Ia sering dianggap sebagai abdi Raden Wijaya yang paling setia, namun akhirnya mati sebagai pemberontak di halaman istana Majapahit pemberontak akibat fitnah yang keji dari seorang tokoh keji haus kekuasaan bernama Mahapati.
Dikisahkan bahwa, Sora ikut serta dalam pasukan Majapahit yang bergerak menumpas pemberontakan Ranggalawe di Tuban. Dalam pertempuran di Sungai Tambak Beras, Ranggalawe mati di tangan Kebo Anabrang yang melakukan perang tanding secara tidak jantan. Diam-diam Sora merasa sakit hati melihat keponakannya dibunuh secara kejam dan dengan taktik yang kotor. Ia pun berbalik ganti membunuh Kebo Anabrang dari belakang.
Peristiwa pembunuhan terhadap rekan satu pasukan tersebut seolah-olah didiamkan begitu saja. hal itu dikarenakan keluarga Kebo Anabrang segan menuntut hukuman pengadilan karena Sora dianggap sebagai abdi kesayangan Raden Wijaya.
Suasana kusut itu akhirnya dimanfaatkan oleh Mahapati, seorang tokoh licik yang mengincar jabatan rakryan patih. Ia menghasut putra Kebo Anabrang yang bernama Mahisa Taruna supaya berani menuntut pengadilan untuk Sora. Ia juga melapor kepada Raden Wijaya bahwa para menteri merasa resah karena raja seolah-olah melindungi kesalahan Sora.
Raden Wijaya tersinggung karena dituduh berlaku tidak adil. Ia pun memberhentikan Sora dari jabatannya untuk menunggu keputusan lebih lanjut. Mahapati segera mengusulkan supaya Sora jangan dihukum mati mengingat jasa-jasanya yang sangat besar. Atas pertimbangan tersebut, Raden Wijaya pun memutuskan bahwa Sora akan dihukum buang ke Tulembang.
Mahapati menemui Sora di rumahnya untuk menyampaikan surat keputusan raja. Sora sedih atas keputusan itu. Ia berniat ke ibu kota meminta hukuman mati daripada harus diusir meninggalkan tanah airnya.
Mahapati lebih dulu menghasut Nambi dengan mengatakan bahwa Sora akan datang untuk membuat kekacauan karena tidak puas atas keputusan raja. Setelah mendesak Raden Wijaya, Nambi pun diizinkan menghadang Sora yang datang bersama dua orang sahabatnya, yaitu Gajah Biru dan Juru Demung. Sora yang berniat hanya menghadap kepada Raden Wijaya tiba-tiba kaget karena dihadang Nambi yang atas hasutan Mahapati menganggap bahwa Sora akan melakukan tindakan berbahaya terhadap Raden Wijaya. Nambi pun langsung berperang tanding dengan Sora sahabat dekatnya sendiri sesama mantan Arya terkemuka Singasari , Sora yang sama sekali tidak berniat untuk berperang tanding akhirnya tewas di tangan Nambi.
Dan setelah peristiwa tersebut senyum Mahapati sang pemfitnah ulung pun mengembang karena siasatnya mengadu domba para sahabat Raden Wijaya kembali berhasil. Ia pun makin dekat dengan Jabatan Mahapatih Majapahit karena para tokoh-tokoh pendiri Majapahit sudah terpecah belah ,dan Raden Wijaya semakin paranoid akan kehilangan tahtanya.
(bersambung)
Arya terkemuka Singasari part 2 : NAMBI Mahapatih pertama Majapahit

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya , Majapahit berdiri atas siasat seorang tokoh penting master siasat yang tak tertandingi Arya Wiraraja .Jika Arya Wiraraja adalah seorang ahli taktik , otak dalam segala tindak tanduk Raden Wijaya mendirikan Majapahit,kali ini saya akan mencoba menceritakan tokoh lain yang tak kalah penting yang juga berandil besar dalam berdirinya Majapahit yaitu para abdil setia Raden Wijaya yang tak kenal lelah mendampingi Wijaya dalam usaha pendirian Majapahit dari semenjak melarikan diri dari pasukan Kediri di Singasari,bersembunyi di Sumenep , hingga akhirnya bahu membahu bergotong royong membangun hutan tarik di Desa Trowulan menjadi sebuah dusun kecil cikal bakal Kerajaan besar Majapahit. Mereka dikenal sebagai 9 arya terkemuka Singasari.yang terdiri dari Ranggalawe,Nambi,Sora,Gajah Pagon,Banyak Kapuk,Pedang,Dangdi,Peteng. Setelah dalam postingan sebelumnya saya telah membeberkan kisah seorang Ranggalawe, sekarang saya akan mencoba membahasa salah seorang tokoh yang tak kalah pentingnya yaitu Mahapatih pertama Majapahit Nambi.
2. Nambi
Nambi, tidak berbeda jauh dengan Ranggalawe, nama Nambi pun sangat identik dengan seorang pengkhianat yang berusaha melakukan kudeta atas tahta Majapahit,begitulah yang diceritakan dalam buku Sejarah di Sekolah. Pada kenyataannya Nambi sama sekali tidak melakukan kudeta terhadap Majapahit , ia merupakan seorang Patih yang sangat setia kepada kerajaan Majapahit. Ia hanyalah korban fitnah dan tipu muslihat, fitnah dan tipu muslihat yang dilakukan oleh seorang licik yang haus kekuasaan bernama Mahapati
Nambi sama seperti 8 Arya lainnya merupakan abdi setia Raden Wijaya , ikut membantu segala perjuangan Raden Wijaya dalam membangun Majapahit dari mulai bergerilya di hutan menghindari pasukan Kediri, hingga bahu membahu membangun hutan Tarik menjadi sebuah desa kecil cikal bakal Kerajaan Majapahit. Dalam penyerbuan kembali Kerajaan Kediri yang dilakukan oleh pasukan Wijaya dengan dibantu pasukan Sumenep dan Mongol ,Nambi berhasil membunuh salah seorang pengikut setia Jayakatwang yang bernama Kebo Rubuh. Atas jasa-jasanya selama masa pendirian Majapahit, Raden Wijaya sang Raja pertama Majapahit mengangkat Nambi menjadi Mahapatih Majapahit, sebuah pengangkatan yang kontroversial dan memicu banyak tanggapan negatif terutama dari sahabat Nambi sendiri Ranggalawe , yang sempat dijanjikan jabatan Mahapatih oleh Wijaya, dan hanya karena Ranggalawe putra Arya Wiraraja yang menyebabkan Wijaya berprasangka buruk terhadap Ranggalawe jikalau ia dengan bantuan ayahandanya akan merebut tahta Majapahit dari tangannya. Dilandasi atas ketakutannya tersebut, Wijaya menginkari janjinya pada Ranggalawe dan menunjuk Nambi sebagai Mahapatih.
Saat pemberontakan Ranggalawe terjadi , Nambi memimpin pasukan Majapahit menumpas pemberontakan yang dilandasi rasa dendam dan sakit hati tersebut. Ia pun melakukan tugas dengan baik walaupundalam perang melawan pemberontak tersebut terjadi suatu konflik yang kelak akan berakibat pecahnya 9 Arya Singasari, konflik tersebut tak lain adalah terbunuhnya Kebo Anabrang di tangan Sora (salah seorang Arya terkemuka Singasari lainnya) Sora membunuh Anabrang hanya karena ia melakukan taktik kotor dalam perang tanding menaklukan Ranggalawe. Anabrang memerintahkan pasukan Majapahit mengepung Ranggalawe dalam sebuah pernag tanding yang notabene hanya boleh melibatkan 2 orang. Ranggalawe pun tewas mengenaskan di keroyok pasukan Majapahit atas suruhan Anabrang. Tetapi sesaat setelah Ranggalawe tewas , Sora yang tak lain adalah paman dari Ranggalawe mengamuk lantaran tidak terima atas taktik kotor yang dilakukan Anabrang dalam pembunuhan keponakannya, ia lalu tanpa ampun membunuh Kebo Anabrang. Pembunuhan Anabrang oleh Sora kelak akan dimanfaatkan seorang licik yang haus kekuasaan yang bernama Mahapati untuk mengadu domba 9 Arya terkemuka Singasari yang pada masa Majapahit masing-masing mempunyai jabatan penting tersendiri.
Suatu saat Arya Wiraraja jatuh sakit , Nambi pun meminta cuti untuk menengok keadaan Arya Wiraraja yang “diasingkan” secara halus ke daerah Lumajang. Kejadian ini terjadi pada masa pemerintahan Jayanegara putra Raden Wijaya. Kepergian Nambi ke Lumajang benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Mahapati yang mengincar tahta Patih Majapahit yang dipegang Nambi. Ia lantas menghasut Jayanegara dengan memfitnah Nambi, ia mengatakan pada Jayanegara bahwa Nambi dengan dibantu Arya Wiraraja sedang merundingkan sebuah upaya kudeta terhadap tahta Majapahit padahal sebenarnya saat Nambi tiba di Lumajang, Arya Wiraraja sudah tewas. Jayanegarayang sama seperti raja-raja lainnya sangat takut kehilangan tahtanya, ia lantas termakan tipu daya Mahapati dan memerintahkan Lembu Peteng untuk memimpin pasukan dalam jumlah besar untuk menyerang Lumajang, Nambi yang hanya membawa sedikit pasukan tanpa dugaan sama sekali akan terlibat perang dengan mudah dibantai oleh pasukan Majapahit pimpinan Lembu Peteng yang tak lain adalah salah satu mantan Arya Singasari lainnya.
Jika mengetahui keadaan yang sebenarnya , Raden Wijaya mungkin menangis di alam baka melihat para abdi setianya satu persatu saling membunuh hanya karena tipu muslihat dan fitnah yang dilancarkan oleh seorang Mahapati
(bersambung)…

SILSILAH KERAJAAN SINGASARI

Sejarah Singasari sangat menarik untuk di bahas. berikut ini silsilah kerajaan Singasari yang berasal dari Ken Arok,Ken Dedes,Ken Umang, dan Tunggul Ametung
GENERASI PERTAMA
pada generasi pertama ini diwarnai dengan pembunuhan yg dilakukan Ken Arok terhadap tumapel Tunggul Ametung sehingga Arok berkesempatan mendirikan sebuah kerajaan baru bernama Singasari.tapi pembunuhan tidak hanya disana, korban keris pusaka pemberian mpu gandring kelak akan berjumlah 7 orang. Selamat menyimak !
Ken Arok beristri Ken Dedes mempunyai keturunan :
• Mahisa Wongga Teleng ( Raja Kediri)
• Panji Saprang
• Agnibaya
• Dewi Rambi
Tunggul Ametung beristri Ken Dedes mempunyai keturunan:
• Anusapati (Raja ke-2 Singasari)
Anusapati membunuh bapak tirinya,Ken Arok dan akhirnya menjadi Raja kedua Singasari
Ken Arok beristri Ken Umang mempunyai keturunan :
• Panji Tohjaya (Raja ke-3 Singasari)
Tohjaya membunuh Anusapati saudara tirinya untuk membalaskan dendam sang ayah yaitu Ken Arok dan Tohjaya pun menjadi Raja ketiga Singasari
• Sudhatu
• Wregda
• Dewi Rambi
GENERASI KEDUA
Generasi kedua diwarnai dengan bergabungnya anak keturunan Anusapati anak Ken Dedes dengan Tunggul Ametung dengan anak keturunan Mahisa Wongga Teleng anak Ken Dedes dengan Ken Arok ,mereka mengambil tahta kerajaan dengan membunuh raja Tohjaya anak Ken Umang,mereka pun bahu membahu memimpin Singasari
Anusapati mempunyai anak
• Ranggawuni (Raja ke-4 Singasari)
Ranggawuni lah yang membunuh Tohjaya dan ia pun bertahta sebagai Raja keempat di Singasari .
Mahisa Wongga Teleng mempunyai anak
• Mahisa Cempaka
• Waning Hyung (Permaisuri ke 4 Singasari)
GENERASI KETIGA
Generasi ketiga diwarnai dengan bersatunya darah Ken Arok dan Tunggul Ametung dalam diri Seorang Sri Kertanegara.Kertanegara adalah raja terbesar Singasari yang berhasil menaklukan pulau Swarnabumi(sumatera) ke dalam kekuasaan Singasari . Di generasi ini pula muncul cikal bakal Raja Majapahit yaitu anak Dyah Lembu Tal ,Raden Sangrama Wijaya.
RANGGAWUNI MENIKAH dengan WANING HYUNG mempunyai keturunan :
• Sri Kertanegara (Raja ke-5 Singasari) Kertanegara merupakan keturunan pertama yang mengandung darah Tunggul Ametung dan Ken Arok
MAHISA CEMPAKA MEMPUNYAI ANAK
• Dyah Lembu Tal , dia bekerjasama bahu membahu bersama Kertanegara membangun Singasari.
GENERASI KEEMPAT
Generasi keempat kerajaan Singasari merupakan generasi Pertama Majapahit ditandai oleh sang pendiri Majapahit ,Sangrama Wijaya. di zaman generasi keempat Kediri dipimpin oleh Jayakatwang berhasil menaklukan kerajaan Singasari yang saat itu sedang lengah karena pasukannya sedang melakukan ekspedisi di Indonesia Timur. Jayakatwang pun duduk bertahta di Singasari selama setahun sebelum Sangrama Wijaya berhasil menaklukan Kediri dan mendirikan Majapahit.
DYAH LEMBU TAL MENIKAH DENGAN RAKEYAN JAYADARMA (PUTRA MAHKOTA KERAJAAN PAJAJARAN)
• SANGRAMA WIJAYA ( Pendiri Sekaligus Raja Pertama Majapahit)
Arya terkemuka Singasari part 1 :RANGGALAWE ajudan setia yang dikhianati

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya , Majapahit berdiri atas siasat seorang tokoh penting master siasat yang tak tertandingi Arya Wiraraja .Jika Arya Wiraraja adalah seorang ahli taktik , otak dalam segala tindak tanduk Raden Wijaya mendirikan Majapahit,kali ini saya akan mencoba menceritakan tokoh lain yang tak kalah penting yang juga berandil besar dalam berdirinya Majapahit yaitu para abdil setia Raden Wijaya yang tak kenal lelah mendampingi Wijaya dalam usaha pendirian Majapahit dari semenjak melarikan diri dari pasukan Kediri di Singasari,bersembunyi di Sumenep , hingga akhirnya bahu membahu bergotong royong membangun hutan tarik di Desa Trowulan menjadi sebuah dusun kecil cikal bakal Kerajaan besar Majapahit. Mereka dikenal sebagai 9 arya terkemuka Singasari.yang terdiri dari Ranggalawe,Nambi,Sora,Gajah Pagon,Banyak Kapuk,Pedang,Dangdi,Peteng. Dalam postingan kali ini saya akan menceritakan tentang tokoh paling kontroversial dari 9 Arya terkemuka Singasari yaitu Ranggalawe putra Arya Wiraraja
1.RANGGALAWE
Ranggalawe,sosok seorang Ranggalawe di buku sejarah yang diajarkan di sekolah tentunya memunculkan sosok Ranggalawe yang kejam,bengis,juga pengkhianat. Seperti kata pepatah “bagai nila setitik,rusak susu sebelanga” Seakan semua kejahatan akibat pemberontakannya pada Majapahit mengubur semua jasa jasanya pada Majapahit, seolah ia tidak pernah melakukan apapun untuk Majapahit. Padahal sejatinya ia merupakan salah seorang yang berperan sangat penting saat pendirian Majapahit selain Wijaya, dan Wiraraja . Ia merupaka abdi sekaligus sahabat terdekat dari Raden Wijaya sang pendiri Majapahit. Hanya sayang sang Raja memiliki rasa terlalu cinta pada tahtanya yang menyebabkan pemberontakan Ranggalawe.
Ranggalawe adalah pemimpin dari 8 Arya lainnya.ia merupakan seorang yang sangat berjasa dalam membantu segala upaya Raden Wijaya mendirikan Majapahit. Ia adalah tokoh yang berhasil membunuh Mahisa Mundarang patih Kediri pada saat pasukan Wijaya dan Arya Wiraraja dengan dibantu oleh tentara Mongol menyerang Kediri yang pada saat itu baru saja berdiri kembali. Ranggalawe pula lah yang berhasil meyakinkan ayahandanya Arya Wiraraja agar berpihak dan berkenan membantu Wijaya dan pada akhirnya Arya Wiraraja pun menjadi pengatur siasat Wijaya dalam merebut kembali tahta Jawadwipa . Begitu pentingnya peran dan jasa yang dilakukan oleh Ranggalawe membuat Wijaya berjanji pada dirinya bahwa kelak setelah Majapahit berdiri menjadi sebuah kerajaan , Ranggalawe akan diangkat menjadi Mahapatih Majapahit.
Tetapi apalah arti sebuah janji,jika tujuan sudah tercapai maka semua janji yang kita telah nazarkan akan menjadi angin lalu yang tidak ada niatan sedikitpun untuk melunasinya.Begitu pula yang dilakukan oleh Raden Wijaya yang setelah naik menjadi raja bergelar Sri Kertarajasa Jayawardana. Janjinya kepada Ranggalawe untuk mengangkatnya menjadi Mahapatih Majapahit sama sekali diabaikan.Yang diangkat menjadi Mahapatih tenyata adalah rekan Ranggalawe sesama Arya terkemuka Singasari yaitu Nambi yang walaupun sama-sama berjasa notabene jasanya tidak sebanding dengan Ranggalawe .
Tidak hanya kepada Ranggalawe saja Wijaya menginkari janji,tetapi juga pada Arya Wiraraja. Arya Wiraraja yang semula dijanjikan wilayah pulau Jawa bagian timur pada kenyataannya hanya diberikan daerah Lumajang, Sementara Ranggalawe yang dijanjikan jabatan sebagai Mahapatih Majapahit pada kenyataanya hanya di berikan jabatan sebagai Adipati Tuban. Tuban dan juga Lumajang letaknya jauh dari pusat kerajaan Majapahit di Trowulan, alasan sebenarnya keputusan Wijaya menginkari janjinya adalah sosok Arya Wiraraja . Seperti yang pernah di jelaskan , Arya Wiraraja merupakan seorang ahli taktik terhebat sepanjang sejarah yang pernah memihak 3 pihak dalam waktu yang berdekatan.(singasari,kediri,dan Wijaya sendiri). Wijaya takut Arya Wiraraja beserta taktik gemilangnya membimbing Ranggalawe yang notabene putranya sendiri melakukan makar dan merebut tahta Majapahit. Oleh sebab itulah mereka berdua “diasingkan” jauh dari pusat pemerintahan. Padahal baik Arya Wiraraja maupun Ranggalawe tidak ada niatan sedikitpun untuk mengkhianati Raden Wijaya.
Ranggalawe yang merasa sangat sakit hati akibat telah dikhianati sendiri oleh orang yang sudah ia percaya dan ia bela sampai titik darah penghabisan, orang yang telah ia dampingi dalam masa-masa kelam saat di kejar oleh pasukan Kediri,yang telah ia bantu dengan segenap kekuatan saat membuka hutan trowulan menjadi pusat kerajaan Majapahit. Akhirnya rasa sakit hati Ranggalawe berbuah dendam dan amarah hingga timbul niatan melakukan makar atau kudeta. Setelah dirasa cukup menghimpun kekuatan di Tuban segeralah Ranggalawe melakukan penyerangan ke Trowulan. Wijaya merasa dikhianati saat mendapati pasukan pimpinan Ranggalawe secara tiba-tiba melakukan penyerangan ke pusat Kerajaan Majapahit . Dengan sigap langsung saja ia mengumpulkan seluruh prajurit tangguh Majapahit termasuk 8 bekas Arya terkemuka Singasari. Kekuatan Tuban sangat tidak sebanding dengan kekuatan utama Majapahit . Ranggalawe pun tewas dengan mengenaskan melalui pertarungan yang sangat tidak jantan melawan mantan senapati Singasari Kebo Anabrang. dikatakan tidak jantan karena dalam perang tanding yang seharusnya hanya melibatkan 2 orang tetapi Kebo Anabrang memerintahkan anak buahnya mengeroyok Ranggalawe hingga tewas mengenaskan. Sora salah seorang mantan Arya terkemuka Singasari yang juga kerabat Ranggalawe tidak terima dengan perlakuan Kebo Anabrang. Ia pun lantas membunuh Kebo Anabrang sesaat setelah tewasnya Ranggalawe.
Dari sinilah rentetan peristiwa memilukan yang menimpa sahabat Raden Wijaya kelak kemudian hari terjadi.
(bersambung..)
ARYA WIRARAJA : AHLI STRATEGI TERBAIK SEPANJANG SEJARAH

Di balik berdirinya sebuah kerajaan banyak terdapat orang yang sangat berjasa dan sangat vital keberadaaannya dalam pendirian sebuah kerajaan tersebut, namun justru banyak sekali diantara tokoh tersebut yang ternyata disingkirkan sang penguasa pada saat kerajaan berdiri ataupun banyak juga yang tidak diketahui khalayak dengan berbagai macam alasan .disini saya akan mencoba menampilkan salah satu tokoh vital dalam pendirian kerajaan besar Majapahit tokoh tersebut adalah seorang ahli taktik terbaik dalam sejarah Nusantara yaitu sang Adipatin Sumenep Arya Wiraraja.
ARYA WIRARAJA
Arya Wiraraja adalah salah seorang ahli taktik dan strategi terbaik dalam sejarah Indonesia,semua yang ada di pihaknya dan menjalankan siasatnya pastilah mencapai puncak kesuksesan baik dalam pendirian sebuah kerajaan, penaklukan wilayah , maupun pengembangan suatu daerah
Arya Wiraraja menjabat sebagai Demung di kerajaan Singasari pada masa pemerintahan Raja Sri Kertanegara. Selain menjabat sebagai Demung (jabatan tinggi setingkat kepala distrik) ia pun diberi kepercayaan oleh Kertanegara untuk menjadi ahli strategi resmi kerajaan karena keampuhan siasatnya sudah dikenal seantero Jawadwipa.
Pada saat Singasari berada di puncak kejayaannya ,Kertanegara mempunyai ambisi untuk melakukan perluasan wilayah hingga ke seberang barat Jawadwipa dengan cara menaklukan seluruh kerajaan kecil di Swarnabumi (sumatera) , di Swarnabumi saat itu tidak ada lagi kerajaan besar semenjak kehancuran Sriwijaya akibat penyerangan pasukan Cholamandala dari India. Untuk membicarakan ambisinya Kertanegara pun mengundang seluruh petinggi kerajaan dalam sebuah rapat besar yang membicarakan rencana ekspedisi penaklukan swarnabumi ini yang kemudian diberi nama Ekspedisi Pamalayu . Hadir dalam rapat itu antara lain Mahapatih Raganata, Rangga Mahisa Rangkah , Senapati Kebo Anabrang , dan tentu saja sang master taktik dan strategi Arya Wiraraja. Dalam pertemuan tersebut dipilihlah Senapati Kebo Anabrang sebagai pimpinan ekspedisi, dan ia pun lantas membeberkan rencananya dalam ekspedisi Pamalayu tersebut. Setelah Kebo Anabrang selesai membeberkan rencananya Kertanegara meminta pendapat dari Arya Wiraraja selaku ahli strategi kerajaan. Karena ekspedisi Pamalayu merupakan ekspedisi yang sangat penting dan sebisa mungkin harus dilakukan tanpa cacat , Arya Wiraraja pun mengusulkan agar ekspedisi dibagi kedalam 2 bagian : yang pertama sebagai peninjau dan pemantau keadaan di Swarnabumi, dan yang kedua barulah untuk melakukan penaklukan wilayah Swarnabumi. Rencana usulan dari Wiraraja mendapat dukungan dari Raganata dan Rangkah tetapi sayangnya Kertanegara salah menangkap maksud dari usulan Wiraraja , ia menganggap Wiraraja meragukan kemampuan pasukan Singasari dalam peperangan.Akhirnya dengan dalih penghematan biaya ekspedisi Kertanegara lebih memilih rencana Kebo Anabrang yaitu dengan langsung melakukan penyerangan terhadap kerajaan kerajaan di Swarnabumi.
Beberapa bulan kemudian setelah ekspedisi selesai Anabrang beserta pasukan Singasari pimpinannya kembali ke Jawadwipa dengan membawa kabar gembira kesuksesan dalam menguasai seluruh Swarnabumi. Anabrang dan para prajuritnya pun disambut bak pahlawan di Singasari , Kertanegara memberikan mereka kenaikan pangkat dan jabatan, mereka juga mendapat hadiah berlimpah dari Sang Raja karena jasa-jasanya. Sebaliknya 3 orang yang menentang rencana Kertanegara dan Anabrang mendapat perlakuan diskriminatif dari Kertanegara, mereka dikucilkan dari lingkungan kerajaan dan dengan cerdik jabatan mereka diturunkan oleh Kertanegara. Raganata dicopot dari jabatan patih menjadi hanya sebagai Penasihat. Arya Wiraraja sengaja diasingkan jauh dari kerajaan dengan dijadikan Adipati Sumenep. Sementara Rangkah sengaja dikucilkan tanpa status yang jelas hingga akhirnya ia melakukan suatu usaha pemberontakan kecil yang dapat dengan mudah dipatahkan oleh pasukan Kerajaan Singasari.
Merasa sakit hati akan pengasingannya , Arya Wiraraja akhirnya bersekongkol dengan adipati kediri Jayakatwang yang menaruh dendam nenek moyangnya sang raja Kediri Kertajaya terhadap Singasari. Kertajaya dibunuh oleh Ken Arok di desa Ganter pada masa awal pendirian Singasari . Kediri pun yang asalnya merupakan Kerajaan penguasa pulau Jawa harus tunduk pada Singasari dan hanya menjadi salah satu kadipaten bawahan Singasari. Jayakatwang merasa dirinya lah yang pantas duduk sebagai penguasa tanah Jawa karena dirinya mewarisi Kertajaya sang raja terakhir Kediri, bukanlah Kertanegara yang hanya mewarisi darah Ken Arok yang bagi Jayakatwang tak lebih dari seorang pembunug kakek buyutnya.
Saat itu Singasari kembali melakukan ekspedisi penaklukan yang kedua, kali ini Kertanegara melakukan ekspedisi penaklukan seberang timur pulau Jawadwipa , ekspedisi ini kembali dipimpin oleh Kebo Anabrang dengan membawa hampir seluruh pasukan Singasari, dan hanya menyisakan sedikit untuk mengawal ibukota Singasari. Saat seperti ini yang ingin dimanfaatkan oleh Arya Wiraraja, ia lantas memberitahu Jayakatwang untuk melakukan penyerangan di saat pasukan ekspedisi Singasari belum kembali. Jayakatwang dengan sigap segera menyiapkan pasukan Kediri dengan jumlah besar untuk menyerbu Singasari. Tentara Singasari yang hanya segelintir tidak mampu membendung pasukan Kediri, Ibukota beserta Istana Kertanegara pun jatuh dalam sekejap , seluruh kerabat kerajaan di bantai saat itu juga termasuk sang Raja Kertanegara yang tengah mabuk arak hingga tidak mampu melakukan perlawanan dan akhirnya dibantai hingga tewas.
Beruntung Raden Wijaya sepupu Kertanegara beserta 9Arya terkemuka Singasari berhasil menyelamatkan diri dari gempuran pasukan Kediri , dan merekapun pada akhirnya atas usulan Ranggalawe orang kepercayaan Wijaya sekaligus putra dari Arya Wiraraja pergi meminta perlindungan Arya Wiraraja di Kadipaten Sumenep. Wiraraja pada mulanya tidak menerima kedatangan Wijaya tetapi berkat dorongan dan negosiasi dengan Ranggalawe akhirnya Wiraraja bersedia membantu Wijaya merebut kembali tahta Singasari. Wijaya pun atas usulan Wiraraja diminta menyerahkan diri dan mengabdi pada Jayakatwang, Wijaya pun akhirnya menjalani siasat Wiraraja dan menyerahkan diri kepada Kediri lalu bersumpah setia pada Jayakatwang
Setelah berbulan – bulan mengabdi pada Jayakatwang akhirnya Jayakatwang pun menaruh rasa percaya kepada Wijaya, rasa percaya itu timbul karena kinerja Wijaya yang sangat positif dan memuaskan. Setelah dirasa telah mendapatkan rasa percaya dari Jayakatwang, Wijaya atas usulan Wiraraja meminta kepada Jayakatwang agar memberinya hutan Tarik di Trowulan untuk di buka dan dijadikan tempat peristirahatan Jayakatwang. Jayakatwang yang tidak menaruh curiga pada Wijaya pun dengan senag=ng hati memberikan hutan Tarik pada Wijaya. Wijayapun menjadikan Trowulan sebuah desa yang besar, bukan sebagai tempat peristirahatan melainkan basis kekuatan pendukung Wiaya untuk menaklukan Kediri.
Setelah Wijaya sukses membangun trowulan,Wiraraja bernegosiasi dan menghasut Shie Pie seorang Panglima Mongol yang beberapa tahun lalu utusannya disiksa oleh Kertanegara karena Kertanegara enggan tunduk pada Mongol , Wiraraja menghasut Shie Pie agar melakukan penyerangan ke Jawadwipa .Shie Pie tidak diberitahu oleh Wiraraja bahwa Kertanegara sudah tewas dan Wiraraja mengatakan bahwa Jayakatwang adalah Kertanegara. Shie Pie pun terkena hasutan Wiraraja dan mengerahkan pasukan yang sangat besar untuk menaklukan Jawadwipa. pasukan Kediri yang kalah akan jumlah dan persenjataan kalang kabut diserang oleh tentara Mongol , Kediri yang baru berkuasa beberapa bulan pun hancur lebur, Jayakatwang beserta keluarga dan kerabatnya ditawan di penjara kerajaan.
Arya Wiraraja pun mengadakan pesta di malam hari untuk pasukan Mongol. ia mengadakan pesta arak yang membuat pasukan Mongol mabuk dan tidak konsentrasi. Sebenarnya pesta itu merupakan salah satu siasat Wiraraja karena Wijaya beserta 9 arya singasari telah menyiapkan penyerbuan terhadap tentara Mongol. Setelah banyak pasukan Mongol yang terlelap Wijaya langsung menyergap tentara Mongol dari segala arah dan mengunci mereka di sekitar pelabuhan. Tentara Mongol pun tidak mempunyai pilihan lain selain melarikan diri menggunakan kapal dan pulang ke negera asal mereka Mongol.
Akhirnya setelah melakukan usaha yang panjang dan sangat berat bersama-sama 9 Arya Terkemuka Singasari dan juga atas siasat dari Arya Wiraraja akhirnya Wijaya mendirikan kerajaan Majapahit dan menjadi Raja Pertama dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardana.
Tetapi konflik tidak selesai sampai di situ. Di postingan selanjutnya saya akan membawa kisah pilu yang terjadi di awal berdirinya Majapahit

SEJARAH. BERAGAM VERSI , INTRIK , dan KONTROVERSINYA

Sejarah masa lalu kita khususnya sejarah Indonesia membentang panjang melewati berbagai masa dari mulai prasejarah ,sejarah , hingga akhirnya muncul berbagai kerajaan dengan berbagai macam corak kebudayaan dan kepercayaan.Budha dan Hindu muncul lebih awal.Dilanjutkan dengan berkembangnya Islam sebagai akibat dari perdagangan dan syiar yang dilakukan para warganya.
Berbagai intrik dan kontroversi menarik muncul dengan semakin kompleksnya perkembangan kerajaan.diawali di daerah tumapel,drama diawali pembunuhan oleh Ken Arok yang membunuh Tunggul Ametung seorang penguasa tumapel.pembunuhan yang berdampak panjang bagi keturunan Arok dan dirinya sendiri.
Di lanjutkan oleh kerajaan Majapahit yang dari awal selalu dilanda pemberontakan,hingga seorang sakti mandraguna bernama Gajah Mada menentramkan seluruh majapahit bahkan seluruh nusantara melalui sumpahnya yang terkenal,sumpah palapa.
Setelah berkembangnya Islam muncul suatu kerajaan besar nan digdaya bernama Demal Bintara,yang dibalik kemakmurannya menyimpan banyak intrik menarik berlevel high politic .perseteruan antar generasi dari mulai Raden Fatah dengan Kebo Kenanga hingga Jaka Tingkir dengan Arya Penangsang.