WONG TELU {ORANG TIGA} MENCIPTAKAN KEDAMAIAN DIMANA BETA BERADA.

Arsip Harian: 23 Mei 2012

Orang yang selalu melanggengkan bershalawat Kepada Nabi dan ber dzikir kepada Allah swt, niscaya mereka bertambah dekat kepada Allah dan Rasulullah-Nya, seperti sabda Rosullullah:
“Orang yang paling utama bersamaku kelak pada hari kiamat adalah mereka yang palig banyak membaca shalawat untukku.“

Dan Rasulullah saw memperingatkan bilamana mereka tidak berdzikir dan bershalawat di dalam kehidupannya, bahkan melalaikan sholawat dan berdzikir, mereka akan merugi di hari kiamat, sebagaimana sabda beliau Nabi Muhammad saw:

“Tidaklah sesuatu kaum duduk dalam suatu tempat dimana mereka tidak berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla serta membaca shalawat kepada nabi saw. kecuali mereka menyesal kelak pada hari kiamat.“

Adapun Dzikir Kolbu yang langgeng, yaitu dzikirnya para malaikat yang selalu patuh kepada Allah swt. Dan selalu taat melaksanakan tugasnya masing-masing.
Sedangkan manusia harus melalui latihan-latihan dalam melaksanakan Dzikir Kolbu kepada Allah.

Di saat latihan-latihan ber Dzikir Kolbu tentulah mengalami berbagai rintangan dan hambatan tetapi harus dan tetap tabah, karena rintangan dan hambatan itu sebagai cambuk semangat dalam melaksanakan Dzikir Kolbu kepada Allah, dalam firman Allah dijelaskan disurat Al-A’raf ayat 205-206:

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan tidak mengeraskan suara diwaktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada disisi (Allah) (Tuhanmu) tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkanNya dan hanya kepadaNyalah mereka bersujud.

Dzikir Kolbu diawali dari dzikir lisan atau dzikir nafas, bila hatinya tergetar, sekecil apapun getaran di hati / kalbu lalu dikembangkan ke seluruh anggota tubuh. Dan dilanjutkan gerakan kalbu untuk ber Dzikir Kolbu, suarakan kalbumu untuk mengatakan; Allah, Allah, Allah…

Proses itu membutuhkan waktu, mungkin hanya satu hari atau dua hari, mungkin juga bisa berbulan-bulan, sampai Anda mengalami pengalaman spiritual dalam dzikir posisi yang di alam sana: memasuki tempat yang maha luas tak terlindungi oleh naungan apapun, tempat itu terbuka amat luasnya terisi oleh para jamaah, yang sedang berdzikir, tempat ini “ladang para jamaah” nya orang-orang yang sedang berdzikir.
Kalau sudah memasuki alam itu berarti kita sudah terpaling ke tempat jamaahNya dimana di dalam al Qur’an ditegaskan disurat Al-Fajr ayat 27-30:

27. hai jiwa yang tenang.

28.kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas (ridlo) lagi diridhaiNya.
29.maka masuklah kedalam jamaah hamba-hambaKu.

30.dan masuklah ke dalam surgaKu.

Sepatutnya kita dapat terpanggil seperti yang maksud dari ayat tersebut diatas.

“Dzikir Kolbu menuju Dzikir Abadi”

Ketika kita berdzikir dengan posisi duduk menghadap qiblat dan jangan bergerak. Qolbu juga kita suarakan (dzikir Kolbu) Allah… Allah… Allah… terus sampai
dalam arti dapat merasakan Kehadiran Illah, Robb.Dalam menjalani Jalan yang Suci ini, kedudukan dzikir Kolbu adalah sangat strategis karena pada tahap inilah kolbu benar-benar dilatih dan dipersiapkan untuk
Berlutut, bersujud, kepadaNyaMerdeka …….. Rohmu merdeka Bebas kemana-mana Bertahtalah di singgasana Qolbu Yang merajai di seluruh wilayah badan wadagmu Kau penuhi dengan tentara-tentara.

Sebaiknya zdikir Kolbu dipandu pada ahlinya ben ora kesasar

• Kata – Kata Mutiara
o “Di antara hamba-Nya jua Dia menetapkan karunia-Nya. Maka riak airpun Nyanyi dan lengangpun tasbih kepadanya. Sungguh, tasbih itu ibadah terbaik bagi sufi, Bahkan bagi suatu kaum pun ia memperbaiki“ [Ibnu Faridh]

Lamun prasto ing pungkasane,
Ora kesasar roh lan sukmane,
Den gadang Allah swargo manggone,
Utuh mayite ugo ulese

Jika di akhir hayatnya,
Tak tersesat ruh dan jiwanya,
Dihantar Allah syurga tempatnya,
Utuh mayatnya dan kafannya

[ Syiiran Gus Dur]



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.